Bersedekap Saat Shalat, Di Mana Posisi Tangan yang Benar?

Bersedekap Saat Shalat, Di Mana Posisi Tangan yang Benar?

Bersedekap Dalam Shalat, Dimana Tangan Diletakkan?

Penulis: Dody Kurniawan

Masalah bersedekap termasuk masalah fikih yang diperselisihkan para ulama. 

Letak perbedaannya bukan pada disyariatkannya bersedekap atau tidak (kecuali pendapat yang dinukil dari imam Malik sebagaimana yang akan kita sebutkan nanti), tetapi pada tempat meletakkan tangan saat bersedekap dalam shalat.

Dan berikut ini beberapa Hadits Nabi shalallahu alaihi wasallam tentang bersedekap:

1. Hadis Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu.

كَانَ النَّاسُ يُؤْمَرُونَ أَنْ يَضَعَ الرَّجُلُ الْيَدَ الْيُمْنَى عَلَى ذِرَاعِهِ الْيُسْرَى فِي الصَّلَاةِ.

"Dahulu orang-orang diperintahkan agar seseorang meletakkan tangan kanannya di atas lengan kirinya dalam shalat." (Sahih al-Bukhari no. 740)

2. Hadis Wā'il bin Hujr radhiyallahu 'anhu.

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، فَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى يَدِهِ الْيُسْرَى عَلَى صَدْرِهِ.

"Aku shalat bersama Rasulullah ﷺ. Beliau meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya di atas dadanya." (Ibnu Khuzaymah no. 479).

Tambahan lafadz -diatas dadanya- diperselisihkan oleh para ulama, Syaikh Albani menshahihkannya, sedangkan Mayoritas ulama melemahkan tambahan lafadz tersebut. (Pembahasan singkat tentang ini kita sebutkan diakhir tulisan).

3. Hadis Qabīshah bin Halb dari ayahnya.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَؤُمُّنَا، فَيَأْخُذُ شِمَالَهُ بِيَمِينِهِ.

"Rasulullah ﷺ mengimami kami, lalu beliau memegang tangan kirinya dengan tangan kanannya." (Jami' al-Tirmidhi no. 252. Sunan Ibn Majah no. 811).

4. Hadis Ali ibn Abi Talib Radhiyallahu 'anhu.

عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: مِنَ السُّنَّةِ وَضْعُ الْكَفِّ عَلَى الْكَفِّ فِي الصَّلَاةِ تَحْتَ السُّرَّةِ.

Dalam riwayat lain dengan lafadz:

إِنَّ مِنَ السُّنَّةِ فِي الصَّلَاةِ وَضْعَ الْأَكُفِّ عَلَى الْأَكُفِّ تَحْتَ السُّرَّةِ.

"Termasuk sunnah dalam shalat ialah meletakkan telapak tangan di atas telapak tangan (yang lain) di bawah pusar." (Sunan Abi Dawud no. 756. Dan 

Musnad Ahmad dengan beberapa jalur).

Dari hadits yang ada tentang masalah bersedekap dalam shalat, para ulama berbeda pendapat tentang dimana tempat bersedekap. Diantaranya:

1. Mazhab Hanafi

Posisi bersedekap di bawah pusar.

Dalam Al-Ikhtiyār li Ta'līl al-Mukhtār disebutkan:

وَيَضَعُ كَفَّهُ الْيُمْنَى عَلَى ظَهْرِ كَفِّهِ الْيُسْرَى تَحْتَ السُّرَّةِ

"Ia meletakkan telapak tangan kanannya di atas punggung telapak tangan kirinya di bawah pusar." (Al-Mawṣilī, Al-Ikhtiyār li Ta'līl al-Mukhtār. 1/50).

2. Mazhab Maliki

Dalam shalat fardu, pendapat yang masyhur dalam mazhab Maliki meluruskan tangan (irsal). Namun, bersedekap juga dikenal dalam riwayat lain dari Imam Malik, terutama pada shalat sunnah atau bila berdiri lama. (Lihat gambar)

Diriwayatkan dari Imam Malik rahimahullah:

سَأَلْتُ مَالِكًا عَنْ وَضْعِ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى فِي الصَّلَاةِ، فَقَالَ: لَا أَعْرِفُ ذَلِكَ فِي الْفَرِيضَةِ، وَكَانَ يَكْرَهُهُ، وَلَكِنْ فِي النَّافِلَةِ إِذَا طَالَ الْقِيَامُ فَلَا بَأْسَ بِذَلِكَ

"Aku bertanya kepada Malik tentang meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dalam shalat. Beliau menjawab: 'Aku tidak mengenalnya pada shalat fardu,' dan beliau memakruhkannya. Adapun pada shalat sunnah apabila berdirinya lama, maka tidak mengapa." (Sahnūn, Al-Mudawwanah al-Kubrā. 1/75).

3. Mazhab Syafi'i.

Posisi Bersedekap di bawah dada di atas pusar.

Imam an-Nawawi rahimahullah berkata:

مَذْهَبُنَا أَنَّ الْمُسْتَحَبَّ جَعْلُهُمَا تَحْتَ صَدْرِهِ فَوْقَ سُرَّتِهِ.

"Mazhab kami adalah bahwa yang disunnahkan ialah meletakkan kedua tangan di bawah dada dan di atas pusar." (Al-Majmū'. 3/ 313).

4. Mazhab Hanbali

Posisi bersedekap di bawah pusar, meskipun dalam mazhab terdapat riwayat di atas pusar.

Ibnu Qudamah Al Hambali rahimahullah berkata:

وَيَجْعَلُ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى ظَهْرِ كَفِّهِ الْيُسْرَى وَالرُّسْغِ وَالسَّاعِدِ، وَيَضَعُهُمَا تَحْتَ سُرَّتِهِ

"Ia meletakkan tangan kanannya di atas punggung telapak tangan kiri, pergelangan, dan lengan bawahnya, lalu meletakkannya di bawah pusar." (Ibnu Qudamah, Al-Mughnī. 2/141. cetakan Dār 'Ālam al-Kutub).

_

✍🏻 Makruh bersedekap diatas dada.

Dari pernyataan diatas tidak kita temukan para ulama Madzhab yang menganjurkan untuk meletakkan tangan persis diatas dada saat bersedekap. (Sekalipun tidak dipungkiri ada sebagian kecil ulama yang memberikan keringanan tentang ini, namun mereka tidak mengatakan bahwa perkara ini adalah Sunnah.).

Bahkan ditemukan riwayat yang menyatakan kemakruhan meletakkan tangan diatas dada.

Dalam Masā'il al-Imām Aḥmad riwayat Abu Dawud disebutkan:

قُلْتُ لِأَحْمَدَ: وَضْعُ الْيَمِينِ عَلَى الشِّمَالِ فِي الصَّلَاةِ تَخْتَارُهُ؟ قَالَ: نَعَمْ، تَحْتَ السُّرَّةِ. قُلْتُ: فَوْقَ السُّرَّةِ؟ قَالَ: لَا. قُلْتُ: عَلَى الصَّدْرِ؟ قَالَ: أَكْرَهُهُ

"Aku bertanya kepada Ahmad: 'Apakah Anda memilih meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dalam shalat?' Beliau menjawab: 'Ya, di bawah pusar.' Aku bertanya: 'Di atas pusar?' Beliau menjawab: 'Tidak.' Aku bertanya: 'Di atas dada?' Beliau menjawab: 'Aku memakruhkannya.'" (Darut Tahqiq).

Abu Dawud juga berkata:

يقول أبو داود : و كان الإمام أحمد يكره وضع اليدين على الصدر حال القيام في الصلاة. و يقول : ( فوق السرة قليلا و إن كان تحت السرة فلا بأس ). ( مسائل أبي داود صـ219 )

Adalah Imam Ahmad memakruhan meletakkan tangan diatas dada saat berdiri dalam shalat. Dan beliau berkata: (sedikit diatas pusar kalau pun dibawas pusar sedikit tidak mengapa). (Masail Abu Dawud. 219).

❓Bagaimana dengan Hadits yang menyebutkan Nabi bersedekap diatas dada serpti hadits Wail bin Hujur?.

▶️ Jawabannya, bahwa Hadits tersebut dilemahkan oleh mayoritas ulama, diantaranya:

[ صليت مع رسول الله ﷺ، ووضع يده اليمنى على يده اليسرى ( على صدره ) ]. زيادة ( على صدره ) تفرد بها مؤمل بن إسماعيل، عن الثوري، و مؤمل سيئ الحفظ

"Aku shalat bersama Rasulullah, dan beliau meletakkan tangan kanannya diatas tangan kirinya (diatas dadanya). (Komentar imam Ahmad) Tambahan lafadz (diatas dadanya) menyendiri dari Mu'amal bin Ismail dari Ats-tsauri. Sedangkan Mu'amal buruk hafalannya.

Dan berkata Imam Al Baihaqi:

قال البيهقي في الخلفيات : [ رواه الجماعة عن الثوري لم يذكر واحد منهم (على صدره) غير مؤمل بن إسماعيل ]. ( الخلافيات 252/2 )

"Diriwayatkan oleh Al Jama'ah dari Ats-tsauri, tidak ada seorangpun diantara mereka yang menyebutkan (diatas dadanya) selain Mu'amal bin Ismail. (Al Khilafiyay. 2/252)

Berkata Imam Ibnul Mundzir rahimahullah:

قال ابن المنذر : [ ليس في المكان الذي يضع عليه اليدين خبر يثبت عن النبي  ﷺ فإن شاء وضعهما تحت السرة، وإن شاء فوقها ]. (الأوسط 3/ 94)

"Tidak ada di satu tempatpun yang menyebut meletakkan diatasnya (dada) kabar yang bisa dipegang dari Nabi shalallahu alaihi wasallam. Maka bila mau boleh meletakkannya dibawah pusar dan jika mau meletakkannya diatas pusar". (Al Ausath. 3/94)

Wallahu ta'la a'lam.

Semoga bermanfaat. 

Sumber FB Ustadz : Dody Kurniawan

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Bersedekap Saat Shalat, Di Mana Posisi Tangan yang Benar?". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.
⭐ Kajian Pilihan