
Maksud Bertakwa Dari Puasa
Ibadah 1 bulan Ramadan adalah waktu yang cukup untuk mengubah kebiasaan kurang baik menjadi lebih baik. Terbiasa bangun jam 3 untuk sahur, semestinya lebih mudah juga bangun sebelum Subuh di luar Ramadan untuk salat Tahajud. "Habit" (kebiasaan) mengeluarkan zakat fitrah dan memberi takjil untuk orang puasa juga sudah cukup untuk melatih diri bisa lebih dermawan kepada sesama. Setiap siang hari sudah terlatih menjaga diri agar tidak batal puasanya dari makan dan minum.
Di ayat perintah puasa QS Al-Baqarah 184 di akhiri dengan firman Allah "Agar kalian menjadi orang yang bertakwa". Apa yang dimaksud bertakwa? Al-Hafidz As-Suyuthi menjelaskan dalam riwayat berikut:
ﻭﺃﺧﺮﺝ اﺑﻦ ﺃﺑﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ اﻟﺘﻘﻮﻯ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺃﻥ ﺭﺟﻼ ﻗﺎﻝ ﻟﻪ: ﻣﺎ اﻟﺘﻘﻮﻯ ﻗﺎﻝ: ﻫﻞ ﺃﺧﺬﺕ ﻃﺮﻳﻘﺎ ﺫا ﺷﻮﻙ ﻗﺎﻝ: ﻧﻌﻢ ﻗﺎﻝ: ﻓﻜﻴﻒ ﺻﻨﻌﺖ ﻗﺎﻝ: ﺇﺫا ﺭﺃﻳﺖ اﻟﺸﻮﻙ ﻋﺪﻟﺖ ﻋﻨﻪ ﻗﺎﻝ: ﺫاﻙ اﻟﺘﻘﻮﻯ
Ibnu Abi Dunya meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ada seseorang yang bertanya kepada beliau tentang Takwa. Abu Hurairah bertanya balik: "Pernahkah kau berjalan di tanah yang berduri?" Ia menjadi: "Ya, pernah". Abu Hurairah bertanya lagi: "Apa yang kau lakukan?" Ia menjawab: "Jika aku melihat ada duri di jalan maka aku menghindar dan melewati jalan yang lain". Abu Hurairah berkata: "Itulah Takwa" (Tafsir Ad-Dur Al-Mantsur, 1/61)
Hadirin jemaah Fesbukiyah, Rahimakumullah. Di dunia nyata ada larangan-larangan Allah, maka jangan dilanggar. Sebagaimana kita mampu menjaga puasa dari hal-hal terlarang yang menyebabkan puasa batal.
تقبل الله منا ومنكم وجعلنا وإياكم من العائدين والفائزين والمقبولين
Idul Fitri, Masjid Besar Miftahul Abidin, Krian Sidoarjo.
Sumber FB Ustadz : Ma'ruf Khozin