Takbir lebaran adalah ibadah lisan yang dianjurkan (sunnah) dalam Islam, pada malam hari raya, sebagai bentuk syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan, terutama setelah menyelesaikan ibadah puasa.
Dalam membaca takbir lebaran, disunahkan untuk membacanya dengan suara yang keras (lantang), baik di rumah-rumah, jalan-jalan, masjid-masjid, maupun pasar-pasar. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menampakkan syiar hari raya. (Ahmad Al-Qulyubi, Hasyiyah Al-Quryubi, [Beirut, Darul Kutub Al-'Ilmiyah: 2015], juz I, halaman 458).
Kendati demikian, dalam menjalankan syiar agama, tentu harus tetap dalam proporsinya, dengan tidak berlebihan dalam mengeraskan suara sehingga berpotensi menggelisahkan dan mengganggu orang lain.
Memutar rekaman takbir tidak dapat menggantikan kesunahan takbir yang diucapkan secara langsung. Rekaman hanya menjadi sarana pengingat, bukan pengganti amalan. Sebab takbir merupakan bacaan atau zikir yang harus dilakukan dengan lisan dan kesadaran penuh.
Adapun terkait fungsinya sebagai syiar hari raya, hal ini dapat disamakan dengan rekaman azan untuk menunjukkan masuknya waktu shalat. Para ulama berbeda pendapat dalam menyikapi hal tersebut. Sebagian ulama berpendapat bahwa rekaman azan cukup untuk menunjukkan waktu shalat, sehingga sunah untuk dijawab.
Sedangkan pendapat yang lain mengatakan tidak disunahkan untuk menjawab rekaman azan, karena itu hanya sekedar suara tiruan, sehingga tidak perlu untuk dijawab. Berdasarkan pendapat ini, maka rekaman takbir lebaran sama sekali tidak dapat menggantikan takbir dengan lisan secara langsung.
Menggunakan rekaman untuk menyebarluaskan takbir lebaran memang dapat membantu menciptakan suasana syiar yang semarak. Namun, dalam aspek kesunahan, sebaiknya setiap individu tetap bertakbir secara langsung dengan lisan agar mendapatkan keutamaan ibadah ini.
Rekaman bisa menjadi sarana pendukung, tetapi tidak menggantikan esensi takbir yang dianjurkan dalam Islam. Karena itu, mari kita manfaatkan teknologi dengan bijak dan tetap menghidupkan sunah Rasulullah saw dengan bertakbir secara langsung di malam kemenangan.
#nahdlatululama #nuonline #lebaran #takbir #hukumislam
Sumber FB : NU Online
