Pengertian Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah dan Dasar-Dasarnya

Pengertian Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah dan Dasar-Dasarnya

Pengertian Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dan Dasar-Dasarnya

Di tengah derasnya arus informasi keagamaan di era digital, pembahasan tentang aqidah menjadi semakin penting. Banyak umat Islam mengenal agama secara parsial, terpotong dari tradisi keilmuan para ulama, atau memahami Islam hanya dari potongan ceramah yang lepas dari konteks. Kondisi ini berpotensi melahirkan sikap beragama yang kaku, mudah menyalahkan pihak lain, bahkan mengabaikan warisan intelektual Islam yang telah terjaga selama berabad-abad.

Dalam konteks inilah, Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah hadir sebagai fondasi keimanan yang kokoh, seimbang, dan berakar kuat pada Al-Qur’an, Sunnah, serta pemahaman para ulama mu‘tabar. Aqidah tidak hanya berfungsi sebagai keyakinan batin, tetapi juga sebagai kerangka berpikir, bersikap, dan beragama secara utuh.

Pengertian Aqidah dalam Islam

Secara bahasa, aqidah berasal dari kata ‘aqada yang berarti mengikat atau mengokohkan. Dalam istilah syar‘i, aqidah adalah keyakinan yang tertanam kuat di dalam hati, tidak bercampur dengan keraguan, dan menjadi dasar bagi seluruh amal perbuatan seorang muslim.

Aqidah mencakup keimanan kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta ketentuan Allah atas segala sesuatu. Aqidah yang lurus akan melahirkan ibadah yang benar, akhlak yang baik, dan ketenangan dalam menjalani kehidupan.

Pembahasan mengenai pentingnya aqidah sebagai fondasi iman dapat ditelusuri dalam kajian: Sumber Keimanan yang Kokoh .

Makna Ahlussunnah wal Jama’ah

Istilah Ahlussunnah wal Jama’ah merujuk kepada umat Islam yang berpegang teguh pada Sunnah Rasulullah ﷺ dan mengikuti jalan para sahabat, tabi‘in, serta ulama salaf dalam memahami ajaran Islam. Jama’ah dalam pengertian ini bukan sekadar jumlah mayoritas, melainkan kesatuan metode dan manhaj dalam beragama.

Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dijaga melalui disiplin keilmuan yang mapan, sanad keilmuan yang jelas, serta adab dalam menyikapi perbedaan. Inilah yang membedakan aqidah Aswaja dari pendekatan keagamaan yang bersifat reaktif, serampangan, dan lepas dari tradisi ulama.

Penjelasan tentang pentingnya mengikuti manhaj ulama dalam aqidah dapat dibaca pada: Harus Tahu Tentang Akidah, Jangan Cuma Ikut-ikutan .

Posisi Aqidah dalam Bangunan Islam

Aqidah menempati posisi paling mendasar dalam Islam. Seluruh amal perbuatan, baik ibadah maupun muamalah, hanya akan bernilai di sisi Allah apabila dilandasi dengan aqidah yang benar. Kesalahan dalam aqidah dapat berakibat rusaknya amal, meskipun secara lahiriah tampak baik.

Karena itu, para ulama menempatkan ilmu aqidah sebagai ilmu yang wajib dipelajari terlebih dahulu sebelum mendalami cabang-cabang ilmu agama lainnya. Aqidah ibarat fondasi bangunan; jika fondasinya rapuh, maka seluruh bangunan di atasnya tidak akan kokoh.

Dasar-Dasar Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah

Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dibangun di atas dasar-dasar yang terjaga dan seimbang, di antaranya:

  • Berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai sumber utama ajaran Islam.
  • Memahami dalil agama melalui penjelasan para sahabat dan ulama mu‘tabar.
  • Menggunakan akal secara proporsional, selaras dan tunduk kepada wahyu.
  • Menjaga keseimbangan antara nash, akal, dan realitas.

Pendekatan ini menjaga aqidah dari sikap ekstrem, baik yang berlebihan dalam memahami teks maupun yang meremehkan dalil atas nama rasionalitas. Keseimbangan inilah yang menjadi ciri khas aqidah Aswaja.

Prinsip penyucian Allah dari penyerupaan dengan makhluk dijelaskan lebih lanjut dalam: Prinsip Tanzih dalam Ahlussunnah wal Jama’ah .

Adab dalam Perbedaan Aqidah

Dalam sejarah Islam, terdapat perbedaan pendekatan ulama dalam menjelaskan sebagian persoalan aqidah. Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah mengajarkan adab, kehati-hatian, dan sikap ilmiah dalam menyikapi perbedaan tersebut.

Para ulama besar tidak mudah menyesatkan apalagi mengkafirkan sesama muslim. Tradisi ini menunjukkan bahwa menjaga persatuan umat dan kehormatan ilmu jauh lebih utama daripada memenangkan perdebatan.

Sikap ini tercermin dalam pembahasan ulama tentang metode memahami ayat dan hadits sifat, sebagaimana dibahas dalam: Hanabilah Mentafwidh Makna? .

Urgensi Aqidah Aswaja di Era Kontemporer

Di era kontemporer, tantangan aqidah semakin kompleks. Munculnya berbagai paham keagamaan instan, klaim kebenaran sepihak, serta pemahaman agama yang lepas dari bimbingan ulama menuntut umat Islam untuk kembali kepada aqidah yang kokoh dan teruji.

Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah berfungsi sebagai penopang agar umat Islam tetap beragama secara ilmiah, beradab, dan bertanggung jawab. Keimanan tidak dibangun di atas emosi dan fanatisme sempit, melainkan di atas ilmu, dalil, dan hikmah.

Refleksi tentang pentingnya memahami aqidah secara mendalam dapat dibaca dalam: Harus Tahu Tentang Akidah, Jangan Cuma Ikut-ikutan .

Penutup

Memahami pengertian dan dasar-dasar Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah merupakan langkah awal dalam membangun keimanan yang kokoh. Aqidah yang lurus akan melahirkan ketenangan batin, keseimbangan dalam beragama, serta sikap hidup yang penuh adab dan tanggung jawab.

Dengan menjadikan aqidah Aswaja sebagai fondasi, seorang muslim akan mampu menjalani agama secara utuh, tidak mudah terjebak dalam sikap ekstrem, serta tetap berpegang pada tradisi keilmuan Islam yang otentik dan terpercaya.


Bagian dari: Pilar Aqidah & Manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah


Referensi:

© Terima kasih telah membaca Kajian Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dengan judul "Pengertian Aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah dan Dasar-Dasarnya". Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, taufiq, dan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

Kajian Favorit