๐ฅ IMAM SYAFI’I MEMBENCI ILMU KALAM. APA MAKSUDNYA?
Sebenarnya, Ilmu Kalam yang muncul di jaman Imam Syafi’i adalah ilmu Kalam yang sesat sehingga beliau mencaci ilmu Kalam yang sesat itu.
ูุงู ุงูุดุงูุนู ุฑุถู ุงููู ุนูู: ูุฃู ูููู ุงููู ุงูุนุจุฏ ุจูู ุฐูุจ ู ุง ุฎูุง ุงูุดุฑู ุฎูุฑ ูู ู ู ุฃู ูููุงู ุจุดุฆ ู ู ุงูููุงู
Imam Syafi’iy RA berkata: “Seorang hamba mati bertemu Allah dengan semua dosa selain syirik itu lebih baik baginya daripada bertemu Allah dengan sesuatu dari ilmu Kalam.”
Mari kita baca bagaimana penjelasan ulama terkait perkataan Imam Syafi’iy tersebut?
๐ฅ Kitab 1 : Ithafu A’lamin Nas juz 3 halaman 415
ุฅุชุญุงู ุฃุนูุงู ุงููุงุณ ุจุฌู ุงู ุฃุฎุจุงุฑ ุญุงุถุฑุฉ ู ููุงุณ 3/ 415
ูุงู ุงูุดุงูุนู ุฑุถู ุงููู ุนูู: ูุฃู ูููู ุงููู ุงูุนุจุฏ ุจูู ุฐูุจ ู ุง ุฎูุง ุงูุดุฑู ุฎูุฑ ูู ู ู ุฃู ูููุงู ุจุดุฆ ู ู ุงูููุงู
Imam Syafi’iy RA berkata: “Seorang hamba mati bertemu Allah dengan semua dosa selain syirik itu lebih baik baginya daripada bertemu Allah dengan sesuatu dari ilmu Kalam.”
๐ (Baca lanjutannya! Penulis melanjutkan)
ููุฒู ุงูุณููุช ุนู ุงูุฎูุถ ูู ุนูู ุงูููุงู ุฅูู ุฃู ูุจุบ ุงูุฅู ุงู ุงูุฃุดุนุฑู ูุงุดุชุบู ูุฑุฏ ุนูู ุงูู ุนุชุฒูุฉ ุฃููุงููู ุงููุงุณุฏุฉ ููุฌูุจ ุนู ุขุฑุงุฆูู ุงููุงููุฉ، ูุฃุชุจุนู ุงูู ุงูููุฉ ุนูู ุฐูู ูุณู ูู ูุงุตุฑ ุงูุณูุฉ، ููู ูู ู ุชุจุนู ุนูู ุตูุงุจ، ู ูุงูููู ูู ุงุนุชูุงุฏูู ููุณูุฉ ูุงููุชุงุจ
“Maka wajib diam dari mendalam-dalami ilmu Kalam sampai munculnya Imam Asy’ari yang menyibukkan diri untuk melawan muktazilah dalam pendapat-pendapat mereka yang rusak. Dia (Imam Asy’ari) menjawab pendapat-pendapat muktazilah yang rapuh. Ulama Malikiyyah mengikuti Imam Asy’ary atas hal itu dan menamainya Nashirus Sunnah (Penolong Sunnah). Dia (Imam Asy’ari) dan orang yang mengikutinya berada di atas kebenaran. Mereka sesuai dalam akidah mereka terhadap As Sunnah dan Al Kitab.”
๐ฅ Kitab 2 : An Najmul Wahhaj juz 9 halaman 291
ุงููุฌู ุงูููุงุฌ ูู ุดุฑุญ ุงูู ููุงุฌ 9/ 291
ูุงู ุงูุดุงูุนู: ูุฃู ูููู ุงَููู ุงูุนุจุฏُ ุจูู ุฐูุจ ู ุง ุฎูุง ุงูุดุฑู ุฎูุฑ ูู ู ู ุฃู ูููุงู ุจุดูุก ู ู ุงูููุงู
Imam Syafi’iy RA berkata: “Seorang hamba mati bertemu Allah dengan semua dosa selain syirik itu lebih baik baginya daripada bertemu Allah dengan sesuatu dari ilmu Kalam.”
๐ (Baca lanjutannya! Penulis melanjutkan)
ูุฃู ุบูุฑูู ูุงู: ุฅูู ูุงุฌุจ، ุฅู ุง ุนًููุง ุฃู ููุงูุฉ، ููู ุฃูุถู ุงูุฃุนู ุงู، ูุงู ุงูุบุฒุงูู: ูุงูุญู: ุฃูู ูุง ูุทูู ุงูููู ุจุฐู ู ููุง ุจุญู ุฏู؛ ูููู ู ููุนุฉ ูู ุถุฑุฉ، ุจุงุนุชุจุงุฑ ู ููุนุชู ููุช ุงูุงูุชูุงุน .. ุญูุงู ุฃู ู ูุฏูุจ ุฃู ูุงุฌุจ، ูุจุงุนุชุจุงุฑ ู ุถุฑุชู ููุช ุงูุฅุถุฑุงุฑ .. ุญุฑุงู .
“Dan sungguh ulama selain mereka berkata: “Sesungguhnya (ilmu Kalam) adalah wajib. Adakalanya wajib ‘aini atau wajib kifayah. Dan ia (ilmu Kalam) adalah sebaik-baik amal.” Imam Al Ghazali berkata: “Yang benar adalah bahwa tidak boleh secara mutlak mencaci ilmu kalam dan tidak pula memujinya sebab didalamnya terdapat manfaat dan bahaya. Maka ketika bermanfaat saat butuh manfaat maka hukumnya adalah halal, sunnah bahkan wajib. Dan ketika berbahaya saat menimbulkan bahaya maka hukumnya adalah haram”
ูููุจุบู ุฃู ูููู ุงูุนุงูู ูุงูุทุจูุจ ุงูุญุงุฐู ูู ุงุณุชุนู ุงู ุงูุฏูุงุก ุงูุฎุทุฑ، ูุง ูุถุนู ุฅูุง ูู ู ูุถุนู ุนูู ูุฏุฑ ุงูุญุงุฌุฉ، ููุชุนูู ู ููุฏูุน ุจู ู ุจุชุฏุนًุง ูุง ููุฏูุน ุจุบูุฑู، ููุณุชุนู ูู ุนูุฏ ุงูุญุงุฌุฉ ููุณูู ุจู ุทุฑูู ุงูุญุฌุฌ ุงููุงุฑุฏุฉ ูู ุงููุฑุขู
“Maka semestinya adanya orang alim itu seperti dokter ahli dalam menggunakan obat serius (gawat dan serius), maka dia tidak meletakkan obat itu kecuali di tempatnya sesuai ukuran keperluan. Maka seseorang mempelajari ilmu Kalam untuk melawan ahli bid’ah yang tidak bisa dilawan kecuali dengan ilmu Kalam. Maka dia menggunakan ilmu Kalam ketika diperlukan dan menerapkan ilmu Kalam pada metode hujjah-hujjah yang terdapat didalam Al Qur’an”
๐ฅ Kitab 3 : Al ‘Aqdut Talid halaman 72
ุงูุนูุฏ ุงูุชููุฏ ูู ุงุฎุชุตุงุฑ ุงูุฏุฑ ุงููุถูุฏ = ุงูู ุนูุฏ ูู ุฃุฏุจ ุงูู ููุฏ ูุงูู ุณุชููุฏ ุต72
ูุงู: ูุฃู ูููู ุงَููู ุงูุนุจุฏُ ุจูู ุฐูุจ ู ุง ุฎูุง ุงูุดุฑู ุฎูุฑ ูู ู ู ุฃู ูููุงู ุจุดูุก ู ู ุงูููุงู
Imam Syafi’iy RA berkata: “Seorang hamba mati bertemu Allah dengan semua dosa selain syirik itu lebih baik baginya daripada bertemu Allah dengan sesuatu dari ilmu Kalam.”
๐ (Baca lanjutannya! Penulis melanjutkan)
ููุฏ ุตูู ุงูุฅู ุงู ุงูุบุฒุงูู ูู ุขุฎุฑ ุฃู ุฑู ูุชุงุจู ุงูุฐู ุณู ุงู: ุฅูุฌุงู ุงูุนูุงู ุนู ุนูู ุงูููุงู ، ูุฐูุฑ ุฃู ุงููุงุณ ูููู ุนูุงู ูู ูุฐุง ุงููู ู ู ุงููููุงุก ูุบูุฑูู ุฅูุง ุงููุงุฏุฑ
“Sungguh Imam Al Ghazali di dakhir urusannya menulis kitabnya yang dia berinama “Iljamul ‘Awam ‘an Ilmil Kalam (Menghalangi orang awam dari ilmu Kalam). Dan beliau menyebut bahwa semua manusia baik dari kalangan fuqaha’ dan selain mereka adalah awam didalam cabang ilmu ini, kecuali sangat sedikit sekali (yang tidak awam / mengerti).”
๐ KESIMPULANNYA:
1. Ilmu Kalam yang dibenci oleh Imam Syafi’i adalah ilmu kalam ahli bid’ah yang berisi syubhat-syubhat sesat dan menyesatkan, seperti muktazilah, qadariyah, jabariyyah, mujassimah, musyabbihah dan semacamnya.
2. Ilmu kalam yang lurus (Asy’ari) maka ia boleh bahkan bisa wajib dipelajari sebab bisa dijadikan alat untuk membongkar syubhat-syubhat sesat dan menyesatkan, seperti Wahabi dan semacamnya.
3. Wahabi yang katanya anti ilmu Kalam sebenarnya tanpa sadar juga seringkali menggunakan ilmu kalam. Dan terbuktik mereka seringkali menggunakan ilmu Kalam yang sesat dan menyesatkan. Insyaallah saya akan bahas hal ini di lain waktu.
Wallahu a’lam...
Sumber FB Ustadz : Syaiful Anwar
