AL MABADI' AL 'ASYARAH (POKOK YANG SEPULUH) DALAM ILMU USHUL TAFSIR
Al-Mabadi’ Al-‘Asyarah atau ”Pokok yang Sepuluh” adalah istilah yang dipakai oleh para 'Ulama Islam untuk menjelaskan sepuluh masalah mendasar terkait suatu disliplin ilmu yang harus diketahui oleh para penuntut ilmu sebelum mulai mempelajari ilmu tersebut. Pemahaman tentang sepuluh perkara ini dimaksudkan agar seorang penuntut ilmu mengetahui ‘gambaran umum’ dan tujuan ilmu yang akan dipelajari tersebut.
Sepuluh Hal tersebut disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Ali Ash-Shabban Al-Mishri ุฑุญู ู ุงููู, (wafat 1206 H) dalam beberapa bait:
ุฅู ู ุจุงุฏุฆ ูู ุนูููููู ุนุดุฑุฉ *** ุงูุญูููููุฏ ูุงูู ูุถูุน ุซู ุงูุซู ุฑุฉ
Sesungguhnya masalah pokok setiap ilmu ada sepuluh, yaitu definisi, pokok bahasan, kemudian manfaat
ููุณุจุฉ ููุถูู ูุงููุงุถููููุน *** ุงูุงุณู ุงูุงุณุชู ุฏุงุฏ ุญูู ุงูุดููููุงุฑุน
Kedudukannya, keutamaannya, dan pencetusnya, nama-namanya, sumber rujukannya, dan hukumnya menurut syariat
ู ุณููุงุฆู ูุงูุจุนุถ ุจุงูุจุนุถ ุงูุชูู *** ูู ู ุฏุฑู ุงูุฌู ูุน ุญุงุฒ ุงูุดูููุฑูุง
Serta masalah-masalah yang dibahas. Setiap pokok saling melengkapi pokok yang lainnya, dan barangsiapa memahami semuanya niscaya kemuliaan ‘kan didapat
Dalam versi lain, Syaikh Abu Abbas, Ahmad bin Muhammad bin Ahmad bin Yahya At-Tilmisani Al-Maliki ุฑุญู ู ุงููู (wafat 1040 H), menyebutkan sepuluh pokok ini lewat syairnya :
ู َูููููู ุฑุงู َ ูููููุงً ُْููููุฏّู َ ุฃููุง *** ุนูู ุงً ุจุญุฏู ูู ูุถูุนٍ ุชููููููููุง
Barangsiapa hendak mempelajari ilmu, maka hendaknya dia awali dengan memahami definisinya, kemudian ruang lingkupnya
ููุงุถููููููุนٍ ِููุณْุจุฉٍ ูู ุง ุงุณุชู ุฏّْ *** ู ูู ููุถِูู ูุญูู ٍ ُูุนุชู ูููููููุฏْ
Dan pencetus ilmu tersebut, kedudukannya, sumber rujukannya, keutamaannya, dan juga hukumnya
ูุงุณูููููููู ٍ ูู ุง ุฃูุงุฏَ ูุงูู ุณุงุฆْู*** ูุชูู ุนุดุฑٌ ูููู ُููู ูุณูููููุงุฆْู
Dan nama-nama dari ilmu tersebut, apa manfaatnya, dan masalah-masalah yang dibahas. Itulah sepuluh perantara mencapai tujuan
ูุจุนุถُูู ู ููุง ุนูู ุงูุจุนุถ ุงูุชุตุฑْ***ูู َูููู ِููู ูุฏุฑู ุฌู ูุนَูุง ุงูุชุตุฑْ
Siapa yang hanya mengetahui sebagiannya maka hasilnya kurang, dan siapa yang memahami keseluruhannya niscaya akan berhasil
Secara ringkas, sepuluh dasar-dasar pokok tentang sebuah disiplin ilmu tersebut adalah:
Al-had / defenisi :
Defenisi ilmu tersebut serta apa saja yang membedakannya dari disiplin ilmu yang lain
Al-Maudhu’/ ruang lingkup:
Atau cakupan bahasan, menjelaskan tentang apa saja yang akan dicakup dalam pembahasan dalam disiplin ilmu tersebut.
Ats-Tsamrah / Hasil :
Manfaat apa yang akan diperoleh oleh penuntut ilmu dari disiplin ilmu tersebut.
Nisbah / Nisbat :
Kedudukan disiplin ilmu tersebut apabila disandarkan atau dihubungkan dengan ilmu yang lain
Fadl / Keutamaan :
Keutamaan mempelajari disiplin ilmu tersebut.
Wadhi’ / Pencetus :
Menjelaskan siapa orang yang mempelopori adanya disiplin ilmu tersebut.
Isim / nama :
Apa saja nama disiplin ilmu tersebut, karena terkarang suatu disiplin ilmu memiliki beberapa nama sebutan.
Istimdad / rujukan:
Apa saja dan dari mana saja sumber dasar ilmu tersebut.
Hukum :
Apa hukum ilmu tersebut dan hukum mempelajari disiplin ilmu menurut pandangan syariat
Masail / masalah :
Masalah apa saja yang akan dibahas ketika mempelajari ilmu tersebut.
Adapun Al Mabadi’ Al Asyrah dalam ilmu ushul tafsir yang menjadi pengantar sebelum mempelajarinya dijelaskan dalam screenshot manuskrip berikut :
Sumber FB Ustadz : Nida Al Indaruny
25 Mei 2021

