
Dahulu, ada perdebatan menarik antara orang-orang Mujassimah Karramiyah -- sekte sesat yang akhirnya musnah namun dibangkitkan kembali oleh Ibnu Taimiyah dan pengikutnya -- dengan Imam Ahlussunah Abu Ishaq Al-Isfarayini. Kisah selengkapnya sebagai berikut:
َูุณَุฃََู ุจุนุถ ุฃَุชْุจَุงุน ุงููุฑุงู ูุฉ ِูู ู ุฌِْูุณ ู َุญْู ُูุฏ ุจู ุณุจูุชููู ุณُْูุทَุงู ุฒَู َุงูู ุฅِู َุงู ุฒَู َุงูู ุฃَุจَุง ุฅِุณْุญَุงู ุงูุฅุณูุฑุงููู ุนَู َูุฐِู ุงูู ุณุฆูุฉ ََููุงَู َูู ูุฌูุฒ ุฃَู َُููุงู ุงููู ุนูู ุงْูุนَุฑْุด َูุฃَู ุงْูุนَุฑْุด ู ََูุงู َُูู ََููุงَู َูุง َูุฃุฎุฑุฌ َูุฏَِْูู َููุถุน ุงุญุฏู ูููู ุนูู ุงْูุฃُุฎْุฑَู ََููุงَู َููู ุงูุดَّْูุก ุนูู ุงูุดَّْูุก ูููู ََููุฐَุง ุซู َّ َูุง ูุฎููุง ุฃَู ูููู ู ุซูู ุฃَู ูููู ุฃูุจุฑ ู ُِْูู ุฃَู ุฃَุตْุบَุฑ ู ُِْูู ََููุง ุจُุฏ ู ู ู ُุฎَุตุต ุฎุตّู ููู ู َุฎْุตُูุต ูุชูุงูู ูุงูู ุชูุงูู َูุง ูููู ุฅًَِููุง ูุงูู َْููุชَุถِู ู ُุฎَุตّุตุง ูู ูุชูู َูุฐََِูู ุนูู ุงْูุญُุฏُูุซ َููู ُูู ُูููู ุงู ูุฌูุจูุง ุนَُูู ูุงุบุฑูุง ุจِِู ุฑุนุงุนูู ุญَุชَّู ุฏูุนูู ุนَُูู ุงูุณُّْูุทَุงู ุจَِููุณِِู
(ุฃุจู ุงูู ุธูุฑ ุงูุฃุณูุฑุงูููู، ุงูุชุจุตูุฑ ูู ุงูุฏูู ูุชู ููุฒ ุงููุฑูุฉ ุงููุงุฌูุฉ ุนู ุงููุฑู ุงููุงูููู، ุชุญููู: ูู ุงู ููุณู ุงูุญูุช، ุจูุฑูุช: ุนุงูู ุงููุชุจ، ุทูก، ูกูคู ูฃูู/ูกูฉูจูฃู ، ุฌูก، ุตูกูกูข)
"Sebagian pengikut Karramiyah bertanya di majelis Mahmud bin Sabuktakin, sultan zamannya, kepada Abu Ishaq al-Isfarayini, imam zamannya: "Bolehkah dikatakan Allah berada di atas 'Arsy dan 'Arsy itu tempat bagi-Nya?"
Beliau menjawab: "Tidak."
Lalu beliau mengeluarkan kedua tangannya, meletakkan satu telapak di atas yang lain, dan berkata:
"Keberadaan sesuatu di atas sesuatu lain itu seperti ini. Lalu yang di atas itu tidak lepas dari kemungkinan apakah ia sama dengan yang di bawah, lebih besar, atau lebih kecil, sehingga pasti ada pihak yang mendesain ukurannya. Setiap yang didesain itu berbatas, dan yang berbatas tidak mungkin menjadi tuhan, karena ia menuntut adanya pihak yang mendesainnya dan adanya titik batas. Sedangkan itu adalah tanda adanya permulaan."
Mereka tidak mampu menjawabnya, lalu menghasut orang-orang awam mereka, sampai sang sultan sendiri yang membela beliau." (al Tabshir Fi al-Din)
Kesimpulannya, kalau Allah disebut bertempat di atas Arasy, maka konsekuensi logisnya adalah salah satu dari ketiga kemungkinan ini:
1. Allah berukuran sama dengan Arasy
2. Allah berukuran lebih besar dari Arasy
3. Allah berukuran lebih kecil dari Arasy
Sayangnya, ketiga kemungkinan itu semuanya meniscayakan adanya desainer yang menentukan ukuran tersebut sehingga mustahil itu yang terjadi. Semua ukuran fisik, baik skala atomik hingga berapa pun besarnya adalah sebuah desain yang punya permulaan dan akhiran. Ini fakta yang tidak bisa dibantah.
Lalu bagaimana dengan ayat dan hadis Uluw (kemahatinggian Allah? Semuanya kita imani dan bahkan semua muslim menyebut Allah dengan sifat Maha Tinggi, tapi Ahlussunah memaknainya bukan dengan makna ketinggian fisik sebab makna ini merupakan kemustahilan bagi Allah.
Sumber FB Ustadz : Abdul Wahab Ahmad