12 Alasan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dalam kitab adz-Dzakhiratul Muhamadiyah menjelaskan bahwa merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad saw atau yang juga bisa disebut dengan maulid sebagaimana yang sudah lumrah terjadi di mana-mana hukumnya diperbolehkan dan berpahala bagi yang mengerjakannya. Kebolehan ini memiliki banyak alasan sebagai berikut:
#nahdlatululama #nuonline #maulid #nabi #muhammad
____________
Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali mengenang keteladanan Rasulullah ﷺ sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada beliau.
Mari jadikan peringatan Maulid Nabi sebagai kesempatan untuk memperbanyak shalawat, mempelajari sirah, serta meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga cinta kepada Nabi Muhammad SAW senantiasa tumbuh di hati dan mengantarkan kita untuk mengikuti sunnah serta ajaran beliau. 🤲
Selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.🤲🏻
#nahdlatululama #nuonline #maulid #nabi #nabimuhammad
___________
5 Amalan yang Dilanjutkan saat Maulid Nabi
Banyak orang bersyukur atas kelahiran Nabi Muhammad (571 M). Mereka menggelar peringatan tasyakuran atas awal perubahan tatanan moral dunia yang ditandai dengan kelahiran (maulid) Nabi Muhammad saw.
Mereka mengisi peringatan maulid nabi setiap bulan Rabiul Awwal pada setiap tahunnya dengan berbagai macam kegiatan, yaitu zikir, shalawat, pembacaan buku rawi (buku sejarah kehidupan Nabi Muhammad saw), serta berbagi makanan.
Masyarakat menunjukkan sukacitanya. Mereka menyambut gembira hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Mereka mengenangnya sebagai orang berbudi pekerti luhur yang sangat sempurna tanpa mengaku sebagai dewa, malaikat, atau tuhan.
Di Indonesia pengurus masjid atau mushala, lembaga keagamaan, kantor kementerian agama umumnya mereka menetapkan tanggal peringatan. Sebagian orang menyesuaikan peringatan maulid dengan tanggal kelahiran Nabi Muhammad saw, yaitu 12 Rabiul Awwal.
Sebagian lagi memilih acara peringatan maulid setelah itu dengan sejumlah pertimbangan. Orang Indonesia pada umumnya mengisi peringatan maulid dengan pembacaan kitab rawi (buku riwayat Nabi Muhammad) melalui atau tanpa iringan tabuhan rebana, pembacaan ayat Al-Qur’an, penyampaian ceramah agama, dan makan bersama di tempat atau pembagian makanan yang biasa disebut “berkat”.
#nahdlatululama #nuonline #maulid #nabi #amalan
Sumber FB : NU Online

