Makna Maha Agung (al-Adzim)
Imam at-Thabari berkata dalam tafsirnya
ูููู «ุงูุนุธูู » ู ุนูุงู: ุงูู ุนุธู ุงูุฐู ูุนุธู ู ุฎููู ูููุงุจููู ููุชูููู. ูุงููุง: ูุฅูู ุง ูุญุชู ู ููู ุงููุงุฆู:«ูู ุนุธูู »، ุฃุญุฏ ู ุนููู: ุฃุญุฏูู ุง: ู ุง ูุตููุง ู ู ุฃูู ู ุนุธู ، ูุงูุขุฎุฑ: ุฃูู ุนุธูู ูู ุงูู ุณุงุญุฉ ูุงููุฒู. ูุงููุง: ููู ุจุทูู ุงูููู ุจุฃู ูููู ู ุนูู ุฐูู: ุฃูู ุนุธูู ูู ุงูู ุณุงุญุฉ ูุงููุฒู، ุตุญุฉ ุงูููู ุจู ุง ูููุง
"Kata "ุงูุนุธูู " maknanya adalah: yang diagungkan, yaitu yang diagungkan oleh makhluk-Nya, mereka merasa segan terhadap-Nya dan takut kepada-Nya. Mereka berkata: Sesungguhnya ucapan seseorang, "Dia adalah 'azhim (agung)" mengandung dua kemungkinan makna:
Pertama, seperti yang telah kami jelaskan, yaitu bahwa Dia diagungkan.
Kedua, bahwa Dia besar dalam hal ukuran dan berat.
Mereka berkata: Dan dalam kebatilan pendapat bahwa maknanya adalah kebesaran dalam ukuran dan berat, terdapat kebenaran dari apa yang telah kami katakan. " (at-Thabari, Tafsir at-Thabari)
Dalam hal ini dinyatakan dengan jelas bahwa makna ukuran dan berat badan bagi Dzat Allah adalah kebatilan. Sayangnya, ini adalah makna yang digunakan oleh para mujassim.
Sumber FB Ustadz : Abdul Wahab Ahmad
