Bagaimana bisa melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah ๏ทบ & Sahabat?
Segala puji bagi Allah
Para ulama Ahl al-Sunnah wal-Jama`ah telah menanggapi segala syubhat kaum Wahhabiyyah mengenai larangan melaksanakan Maulid.
Tetapi siapapun yang Allah tutup hatinya,
Tidak ada seorangpun yang mampu membukanya.
Inilah jawaban bagi mereka yang mengatakan
Bagaimana bisa melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan Rasulullah ๏ทบ?
ูุงู ุงูุฅู ุงู ุฃุจู ุนุจุฏ ุงููู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุตุญูุญู:
Al-Imam Abu Abdullah al-Bukhari dalam kitab Shahihnya mengatakan
ูคูฉูจูฆ - ุญุฏุซูุง ู ูุณู ุจู ุฅุณู ุงุนูู، ุนู ุฅุจุฑุงููู ุจู ุณุนุฏ، ุญุฏุซูุง ุงุจู ุดูุงุจ، ุนู ุนุจูุฏ ุจู ุงูุณุจุงู، ุฃู ุฒูุฏ ุจู ุซุงุจุช ุฑุถู ุงููู ุนูู، ูุงู: «ุฃุฑุณู ุฅูู ุฃุจู ุจูุฑ ู ูุชู ุฃูู ุงููู ุงู ุฉ، ูุฅุฐุง ุนู ุฑ ุจู ุงูุฎุทุงุจ ุนูุฏู»، ูุงู ุฃุจู ุจูุฑ ุฑุถู ุงููู ุนูู: ุฅู ุนู ุฑ ุฃุชุงูู ููุงู: ุฅู ุงููุชู ูุฏ ุงุณุชุญุฑ ููู ุงููู ุงู ุฉ ุจูุฑุงุก ุงููุฑุขู، ูุฅูู ุฃุฎุดู ุฃู ูุณุชุญุฑ ุงููุชู ุจุงููุฑุงุก ุจุงูู ูุงุทู، ููุฐูุจ ูุซูุฑ ู ู ุงููุฑุขู، ูุฅูู ุฃุฑู ุฃู ุชุฃู ุฑ ุจุฌู ุน ุงููุฑุขู،
“Musa bin Ismail menceritakan kepada kami dari Ibrahim Ibn Sa’ad, Ibnu Syihab menceritakan kepada kami dari ‘Ubaid bin As Sabbaaq bahwa Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu berkata : Abu Bakar menerima data para korban perang Yamamah. Kebetulan saat data itu diterima Umar bersamanya, Abu Bakar radhiyallahu anhu berkata : sesungguhnya Umar datang kepada ku, dan mengatakan :
“Sesungguhnya pembunuhan terhadap para penghafal Qur’an amat banyak pada hari Yamamah, dan saya khawatir peperangan akan semakin dahsyat bagi para penghafal di beberapa tempat, sehingga banyak Qur’an yang hilang, dan saya mempunyai pandangan agar engkau memerintahkan untuk mengumpulkan Qur’an.”
ููุช ูุนู ุฑ: «ููู ุชูุนู ุดูุฆุง ูู ููุนูู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ؟»
Saya (Abu Bakar) berkata kepada Umar :”Bagaimana bisa engkau melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.”
ูุงู ุนู ุฑ: ูุฐุง ูุงููู ุฎูุฑ، «ููู ูุฒู ุนู ุฑ ูุฑุงุฌุนูู ุญุชู ุดุฑุญ ุงููู ุตุฏุฑู ูุฐูู، ูุฑุฃูุช ูู ุฐูู ุงูุฐู ุฑุฃู ุนู ุฑ»،
Umar menjawab : demi Allah, ini kebaikan. Dan Umar terus menerus berbicara kepadaku, sehingga membuka hatiku untuk perkara tersebut, dan aku berpendapat seperti pendapat Umar.
ูุงู ุฒูุฏ: ูุงู ุฃุจู ุจูุฑ: ุฅูู ุฑุฌู ุดุงุจ ุนุงูู ูุง ูุชูู ู، ููุฏ ููุช ุชูุชุจ ุงููุญู ูุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ، ูุชุชุจุน ุงููุฑุขู ูุงุฌู ุนู، «ููุงููู ูู ูููููู ููู ุฌุจู ู ู ุงูุฌุจุงู ู ุง ูุงู ุฃุซูู ุนูู ู ู ุง ุฃู ุฑูู ุจู ู ู ุฌู ุน ุงููุฑุขู»،
Zaid berkata : Abu Bakar mengatakan : “Engkau adalah seorang yang muda yang berakal dan kita tidak memiliki anggapan buruk kepadamu, dan kau dulu menulis wahyu untuk rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, maka telusurilah Qur’an dan kumpulkanlah!”
“Dan demi Allah, kalaulah mereka membebaniku untuk memindahkan sebuah gunung, tidaklah lebih berat dari pada apa yang mereka perintahkan kepada ku, untuk mengumpulkan Al-Qur’an”.
ููุช: «ููู ุชูุนููู ุดูุฆุง ูู ููุนูู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ؟»،
Aku katakan : “Bagaimana kalian melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ?”
ูุงู: ูู ูุงููู ุฎูุฑ، " ููู ูุฒู ุฃุจู ุจูุฑ ูุฑุงุฌุนูู ุญุชู ุดุฑุญ ุงููู ุตุฏุฑู ููุฐู ุดุฑุญ ูู ุตุฏุฑ ุฃุจู ุจูุฑ ูุนู ุฑ ุฑุถู ุงููู ุนููู ุง،
Dia jawab : “Demi Allah, ini kebaikan.”
Dan Abu Bakar terus saja memohon kepadaku, hingga Allah membukakan hatiku, sebagaimana dia membukakan hati Abu Bakar dan Umar radhiyallahu anhuma.
ูุชุชุจุนุช ุงููุฑุขู ุฃุฌู ุนู ู ู ุงูุนุณุจ ูุงููุฎุงู، ูุตุฏูุฑ ุงูุฑุฌุงู، ุญุชู ูุฌุฏุช ุขุฎุฑ ุณูุฑุฉ ุงูุชูุจุฉ ู ุน ุฃุจู ุฎุฒูู ุฉ ุงูุฃูุตุงุฑู ูู ุฃุฌุฏูุง ู ุน ุฃุญุฏ ุบูุฑู، {ููุฏ ุฌุงุกูู ุฑุณูู ู ู ุฃููุณูู ุนุฒูุฒ ุนููู ู ุง ุนูุชู } [ุงูุชูุจุฉ: ูกูขูจ] ุญุชู ุฎุงุชู ุฉ ุจุฑุงุกุฉ، ููุงูุช ุงูุตุญู ุนูุฏ ุฃุจู ุจูุฑ ุญุชู ุชููุงู ุงููู، ุซู ุนูุฏ ุนู ุฑ ุญูุงุชู، ุซู ุนูุฏ ุญูุตุฉ ุจูุช ุนู ุฑ ุฑุถู ุงููู ุนูู
Akupun menelusuri Al-Qur’an. Aku kumpulkan dari pelepah kurma, batu dan lembaran lembaran, dan hafalannya orang-orang. Hingga aku dapatkan akhir surat At Taubah pada Abu Khuzaimah Al Anshariy, yang tidak aku dapatkan pada seorang selainnya.
ََููุฏْ ุฌَุงุกَُูู ْ ุฑَุณٌُูู ู ِْู ุฃَُْููุณُِูู ْ ุนَุฒِูุฒٌ ุนََِْููู ู َุง ุนَِูุชُّู ْ ุญَุฑِูุตٌ ุนََُْูููู ْ ุจِุงْูู ُุคْู َِِููู ุฑَุกٌُูู ุฑَุญِูู ٌ
“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin ….” Hingga akhir surat Baraah, dan jadilah mushaf itu pada Abu Bakar, hingga Allah mewafatkan beliau, kemudian Umar, di masa hidupnya, kemudian Hafsah putri Umar radhiyallahu anhu.
[HR: Bukhari, 4986]
Kaum Wahhabiyyah mengatakan:
"Para sahabat tidak melakukan Maulid Nabi, dan jika itu baik, mereka akan mendahului kita melakukannya"
Kita Jawab:
"Bagaimana jika para sahabat merayakan Maulid Nabi? Akankah Kaum Wahhabiyyah juga merayakan Maulid Nabi?"
Berikut ini beberapa hal yang telah dilakukan oleh para sahabat akan tetapi tetap di ingkari oleh kaum Wahhabiyyah:
1. Mencium Mushaf al-Qur'an
ูุงู ุตุงูุญ ุงูููุฒุงู: ูุง ุฏููู ุนูู ุฐูู، ุฅูู ุง ูุนูู ุจุนุถ ุงูุตุญุงุจุฉ ุงุฌุชูุงุฏุง ู ูู، ููู ู ู ูุนู ุงูุนูุงู ูุงูุฌูุงู
Shalih Fauzan (Wahhabiy) mengatakan: "Mencium Mushaf tidak ada dalil atas perbuatan itu, sebagain dari sahabat Nabi melakukan hal tersebut berdasarkan ijtihad darinya, dan itu merupakan perbuatan orang awam yang sangat bodoh"
[sumber video youtube]
Orang yang mencontohkan mencium Al-Quran adalah sahabat Nabi yang bernama Ikrimah bin Abu Jahl.
ุนَِู ุงุจِْู ุฃَุจِู ู ََُْูููุฉَ َูุงَู: «َูุงَู ุนِْูุฑِู َุฉُ ุจُْู ุฃَุจِู ุฌٍَْูู َูุฃْุฎُุฐُ ุงْูู ُุตْุญََู ََููุถَุนُُู ุนََูู َูุฌِِْูู , ََููุจِْูู , ََُُููููู: ِูุชَุงุจُ ุฑَุจِّู , َََูููุงู ُ ุฑَุจِّู»
Dari Ibnu Abi Mulaikah, katanya:
‘Ikrimah bin Abi Jahal Radhiallahu ‘Anhu dahulu mengambil mushaf lalu meletakkan mushaf di atas wajahnya, dia menangis, dan berkata: “Firman Rabbku, Kitab Rabbku.”
[Al Hakim dalam Al Mustadrak, No. 5062, Ad Darimi dalam Musnadnya No. 3393 j.4 h.2109, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 2229 j2 h.410. Menurut Imam An Nawawi, isnad riwayat ini SHAHIH. Lihat At Tibyan, Hal. 191]
2. Tausiah sebelum shalat jum'at
Kaum Wahhabiyyah mengatakan bahwa sahabat Nabi, Abu Hurairah Radliallahu anhu telah melakukan bid'ah yang menyelisih sunnah Nabi ๏ทบ
ูุงู ู ุญู ุฏ ูุงุตุฑ ุงูุฏูู ุงูุฃูุจุงูู (1914 - 1999) : ูุฃููู ุฃุซุฑ ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ ูุฐุง ุงูุฐู ููุต ุนูู ุฃูู ูุงู ูููู ููู ุงูุฌู ุนุฉ ูุจู ุงูุตูุงุฉ ูุนุธ ุงููุงุณ ููุฐูุฑูู ูุตูุญ ุฃู ูููู ู ุซุงูุง ุตุงูุญًุง ูููู ุงูุจุฏุนุฉ ูุฏ ุชููู ุชูุน ู ู ุฑุฌู ุนุงูู ......ูุญู ูููู ูุนู ูุฐู ุจุฏุนุฉ ูุฃููุง ู ุฎุงููุฉ ููุณูุฉ
Nashiruddin al Albani (Wahhabiy) mengatakan:
"Maka Aku katakan bahwa atsar Abu Hurairah yang menyatakan bahwa beliau biasa berdiri pada hari Jumat sebelum shalat, menyampaikan tausiah dan mengingatkan manusia, Ini cocok dijadikan sebagai contoh tentang adanya bid'ah yang telah terjadi berasal dari diri seorang alim (berilmu) ,.....Kami Katakan, iya benar, Ini adalah bid'ah karena ia bertentangan kepada sunnah".
3. Wasiat Sahabat Amru bin al-Ash
ุฑูู ู ุณูู ุนู ุนู ุฑู ุจู ุงูุนุงุต ุฃูู ูุงู ุญูู ุญุถุฑุชู ุงูููุงุฉ: ูุฅุฐุง ุฏููุชู ููู ูุดููุง ุนูู ุงูุชุฑุงุจ ุดูุง، ุซู ุฃููู ูุง ุญูู ูุจุฑู ูุฏุฑ ู ุง ุชูุญุฑ ุฌุฒูุฑ ูููุณู ูุญู ูุง ุญุชู ุฃุณุชุฃูุณ ุจูู ، ูุฃูุธุฑ ู ุงุฐุง ุฃุฑุงุฌุน ุจู ุฑุณู ุฑุจู.ุงูู
Imam Muslim meriwayatkan dari Sahabat Amru bin al-Ash, bahwasanya ia berkata ketika sakaratul maut:
"Apabila kalian menguburkanku maka taburkanlah tanah padaku, kemudian berdirilah kalian di sekitar kuburanku sekitar jarak unta disembelih dan dibagikan dagingnya, hingga aku mendengar kalian dan melihat apa yang dibawa utusan Rabbku."
ูุงู ุงุจู ุนุซูู ูู: ุฃู ุง ู ุง ุฐูุฑู ุฑุญู ู ุงููู ุนู ุนู ุฑู ุจู ุงูุนุงุต ุฑุถู ุงููู ุนูู ุฃูู ุฃู ุฑ ุฃููู ุฃู ูููู ูุง ุนูุฏู ุฅุฐุง ุฏูููู ูุฏุฑ ู ุง ุชูุญุฑ ุฌุฒูุฑ ูุงู ูุนูู ุฃุณุชุฃูุณ ุจูู ูุฃูุธุฑ ู ุงุฐุง ุฃุฑุงุฌุน ุจู ุฑุณู ุฑุจู ูุนูู ุงูู ูุงุฆูุฉ ููุฐุง ุงุฌุชูุงุฏ ู ูู ุฑุถู ุงููู ุนูู ูููู ุงุฌุชูุงุฏ ูุง ููุงููู ุนููู ูุฃู ูุฏู ุงููุจู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูุณูู ุฃูู ู ู ู ูุฏู ุบูุฑู
.[ุดุฑุญ ุฑูุงุถ ุงูุตุงูุญูู - 562/4]
Ibn Utswimin (Wahhabiy) mengatakan:"Adapun yang disebutkan oleh penulis Rahimahullah dari Amr bin Al-Ash Radhiyallahu Anhu bahwa dia memerintahkan keluarganya agar berdiri disekitar kuburnya jika ia telah dikuburkan selama kira-kira disembelih unta dan dibagi- bagikan dagingnya lalu berkata, "hingga aku mendengar kalian dan melihat apa yang dibawa utusan Rabbku yaitu para malaikat. Ini adalah ijtihad yang ia Radhiyallahu Anhu lakukan. Akan tetapi, itu ijtihad yang tidak kami sepakati, karena petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam lebih sempurna daripada petunjuk selain beliau"
[Ibn Utsaimin, Syarh Riyadlus Shalihin 563/4]
4. Perbuatan Sayyidina Umar serta ijma' para sahabat bukanlah hujjah
ูุงู ู ูุจู ุงููุงุฏุนู:[ููุนู ุนู ุฑ ููุณ ุจุญุฌุฉ....ูุฅู ูุงู ูุงุฆู : ููุฏ ุฃุฌู ุน ุงูุตุญุงุจุฉ ุนูู ุฐูู ، ูุงูุฌูุงุจ : ุฃู ุงูุฅุฌู ุงุน ููุณ ุจุญุฌุฉ ، ุจู ุงูุญุฌุฉ ูุชุงุจ ุงููู ูุณูุฉ ุฑุณูู ุงููู - ุตูู ุงููู ุนููู ูุนูู ุขูู ูุณูู ]
Muqbil Al-Wadi'i al Wahhabiy mengatakan:
"Dan apa yang dilakukan Umar Bin Khattab bukanlah Hujjah, jika seseorang mengatakan: Telah berijmak Sahabat atas perkara itu, Maka Jawabannya: ijmak mereka bukanlah hujah. Sebab, hujah hanya ada pada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah."
(Gharah Al-Asyrithah, jil. 2, hal. 147).
5. Abdullah bin Umar yang bertabarruk dengan atsar para Nabi adalah perbuatan bid'ah yang merupakan perbuatan tasyabbuh (menyerupai orang kafir dari ahli kitab) serta perantara menyekutukan Allah (syirik). Padahal Abdullah bin Umar adalah orang yang Rasulullah bersabda tentangnya : "Sungguh ‘Abdullah itu lelaki yang shalih"
ูุงู ุงุจู ุชูู ูุฉ ุงูู ุฌุณّู ูู ูุชุงุจู ุงูู ุณู ู ุงูุชุถุงุก ุงูุตุฑุงุท ุงูู ุณุชููู ูู ุฎุงููุฉ ุฃุตุญุงุจ ุงูุฌุญูู ، ุตุญููุฉ 756-757، ูุชุญุฑู ูุฐุง ููุณ ู ู ุณูุฉ ุงูุฎููุงุก ุงูุฑุงุดุฏูู، ุจู ูู ู ู ุง ุงุจุชุฏุน، ูุฅู ุชุญุฑู ุงูุตูุงุฉ ูููุง ุฐุฑูุนุฉ ุฅูู ุงุชุฎุงุฐูุง ู ุณุงุฌุฏ ูุงูุชุดุจู ุจุฃูู ุงููุชุงุจ ู ู ุง ููููุง ุนู ุงูุชุดุจู ุจูู ููู ูุฐูู ุฐุฑูุนุฉ ุฅูู ุงูุดุฑู ุจุงููู،
Ibnu Taimyyah al Mujassim mengatakan:
"Bersungguh sungguh mencari-cari tempat bekas Nabi Shalat untuk shalat padanya dengan tujuan tabarruk bukanlah bagian dari Sunnah Khulafau ar Rasyidin, melainkan sesuatu yang dibuat-buat (bid'ah). Hal itu dikarenakan seseorang yang bersungguh sungguh mencari-cari tempat (bekas Shalat Nabi) untuk shalat padanya (dengan tujuan tabarruk) merupakan sebab yang dapat mengantarkan kepada perbuatan menjadikan tempat itu sebagai masjid dan tasyabbuh kepada ahli kitab (menyerupai orang Kafir) yang mana kita dilarang untuk tasyabbuh kepada kaum Kafir dalam hal tersebut. Dan itu juga merupakan sebab yang mengantarkan kepada kesyirikan kepada Allah (dzarii'atun ilasy-syirk billah)"
[Iqtidlaa Ash-Shiraathil-Mustaqiim, hal. 756 -757].
6. Nashiruddin al Albani (Wahhabiy) mengatakan Abdullah Ibn Umar Ghuluw (melampau batas dalam beragama) & Tasyaddud (pengamalan syariat yang keras) pada apa yang tidak termasuk sunnah
ูุงู ุงูุฃูุจุงูู: "ูู ุงูุตุญุงุจู ุงููุฑูุฏ ุงููุญูุฏ ุนุฑููุง ุนูู ุบููู ูุชุดุฏุฏู ูู ุฅุชุจุงุน ุฃูุนุงู ุงูุฑุณูู ุนููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุญุชู ู ุง ูุงู ู ููุง ุฌุจููุฉ ููู ุชูู ู ู ุงูุณูู ุงูุชุนุจุฏูุฉ"
"Dia adalah satu-satunya sahabat yang kita ketahui darinya Ghuluw (berlebihan) dan tasyaddud (ekstrem) dalam mengikuti perbuatan Rasulullah ๏ทบ, Bahkan ada pula kebiasaan yang tidak termasuk dalam sunnah ibadah"
"ูุฅูู ุง ุญุจู ุฃูุฏู ุจู ุฅูู ุงูุบูู ูู ุงุชุจุงุน ุงูุฑุณูู ุนููู ุงูุตูุงุฉ ูุงูุณูุงู ุจู ุง ููุณ ููู ุณูุฉ"
[ุณูุณูุฉ ุงููุฏู ูุงูููุฑ - ุดุฑูุท (42]
"Kecintaannya kepada Nabi membawanya pada ghuluw (berlebihan) dalam mengikuti Rasulullah ๏ทบ pada apa yang tidak termasuk sunnah"
[Silsilatul Huda wan nur rekaman 42]
Masih banyak lagi hal - hal seperti ini yang terlalu panjang untuk ditulis pada postingan ini, perkataan mereka "tidak dilakukan Nabi & sahabat" hanya alasan untuk mengingkari perkara - perkara yang dianggap baik oleh ummat Islรขm seluruhnya selama berabad-abad dari masa ke masa.
Lihatlah, wahai kaum muslimin yang diberikan pemahaman lurus oleh Allรขh. Bagaimana mereka orang-orang yang terhalang dari kebaikan tersebut juga mengingkari hal-hal yang dilakukan para sahabat.
Kita memohon kepada Allah taala agar menghidupkan kita dalam keadaan muslim dan mewafatkan kita dalam keadaan mukmin serta menyelamatkan kita dari berbagai fitnah dalam agama.
ูุณุฃَُู ุงَููู ุชุนุงูู ุฃู ُููุญََِْูููุง ู ُุณِْูู َِْูู ูุฃู َูุชَََّููุงَูุง ู ُุคู َِْููู ูุฃู ُูุนَุงََِูููุง ู ู ุงِููุชَِู ูู ุงูุฏّูู
Sumber FB : Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Riau: Aqidah Asy'ariyyah wal Maturidiyyah
